Custom Search

Rabu, 28 Januari 2009

Berkenalan dengan NAPZA


Setelah postingan Harm Reduction, pengorganisasian pengguna napza dan oral substitusi. Saya merasa perlu untuk menuliskan apa itu NAPZA secara basic. Saya coba merangkum dari berbagai sumber dan menggabungkan dengan pengalaman saya pribadi bergelut dengan si NAPZA ini , yang tentunya akan berperspektif pribadi saya sebagai salah satu korban dari pemakaian NAPZA ini. Dan saya akan membahas detil satu persatu sampai habis biz bizzz….

Secara harafiah arti dari NAPZA adalah Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya.

Narkotika adalah zat-zat alamiah maupun sintetik dari bahan candu/kokaina atau turunannya dan padanannya yang mempunyai efek psikoaktif (menurunkan/mengubah kesadaran)

Alkohol adalah zat aktif dalam berbagai minuman keras, mengandung etanol yang berfungsi menekan syaraf pusat

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif (perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku)

Zat adiktif adalah zat-zat yang mengakibatkan ketergantungan. Contoh : rokok, lem dll.

Beberapa jenis NAPZA adalah :
1. Ganja/Mariyuana
2. Heroin/Putaw
3. Kokain/Crack
4. MDMA/Ecstasy
5. Methamphetamin /shabu-shabu
6. Amphetamin
7. LSD
8. Sedativa

Tiga Kategori NAPZA

Yap apabila kita mencoba mengkategorikan NAPZA menjadi 3 bagian berdasarkan pada side effect-nya, akan menjadi seperti ini.

1. Stimulan (perangsang)
- Meningkatkan aktivitas susunan syaraf pusat
- Meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan pernafasan
- Menekan selera makan dan menjaga pemakainya terbangun
Contoh: Sabu, Kopi, Ekstasi, Rokok, Kokain

2. Depresan (penenang)
- Memperlambat aktivitas susunan syaraf pusat
- Penurunan detak jantung dan pernafasan
- Membebaskan dari kegelisahan
- Contoh: Alkohol, Putaw, Analgesik, Pil Koplo

3. Halusinogen
- Mengakibatkan gangguan penglihatan
- Mengubah suasana hati dan pikiran
- Contoh: Ganja, Jamur, LSD


Diantara 3 kategori tersebut efek dan cara, serta tempat pemakaian akan berbeda. Tergantung pada pengguna tersebut yang ingin menyesuaikan zat yang dipakainya dan efek yang ingin dirasakannya.

Dalam beberapa hal banyak juga zat dan efek tersebut tidak sesuai dengan kategori tersebut. Hal ini disebabkan oleh "TOLERANSI". Ya.. toleransi! Bahwa setiap orang memiliki toleransi yang berbeda terhadap suatu zat. Bisa saja seseorang ketika memakai sabu yang notabene adalah stimulan yang merangsang otak, tetapi efeknya malah dia tertidur :)

Mengapa Orang Pakai Drugs

gam 10Wah seru juga nih judulnya. Kenapa orang bisa pake drugs? fikir Apakah tiba-tiba aja si pengguna narkoba langsung jadi SUPERMAN pecandu atau ada tahapan-tahapannya? gigitjariKenapa pecandu begitu sulit untuk menghentikan kecanduannya?tension Apakah sama dengan sobat-sobat yang juga kecanduan makan bakso? siul Yuuuummmmmmiiiiii......

Mungkin orang memakai narkoba pada waktu tertentu dalam hidupnya; sewaktu muda dan mencoba-coba, atau sewaktu tua sebagai penawar rasa sakit. Mereka juga mungkin memakai narkoba dengan cara yang berbeda pada waktu yang berbeda pula. Ada banyak teori mengenai mengapa orang memekai narkoba tetapi tidak ada alasan yang sederhana. Penggunaan dan masalah-masalah narkoba tampaknya dipengaruhi oleh beberapa faktor, sehingga tidak ada satupun teori yang tampaknya cocok.

Beberapa alasan seseorang memakai narkoba adalah:


  • Tradisi : sebagai bagian dari upacara keagamaan
  • Pengobatan diri: untuk mengatasi rasa takut, cemas dan depresi
  • Menawar rasa sakit: untuk meringankan rasa sakit fisik
  • Kesenangan : untuk dampak yang menyenangkan, untuk bersenang-senang
  • Gaya hidup : agar dapat diterima kelompok sesama
  • Melupakan : untuk menghilangkan kesengsaraan, kemiskinan dan ketidak beruntungan.

Informasi Dasar Narkoba


Pengguna Narkoba
Narkoba (Narkotika, psikotropika dan obat berbahaya lainnya) adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia, baik ditelan melalui mulut, dihirup melalui hidung maupunn disuntikkan melalui urat darah. Zat-zat kimia itu dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan dan prilaku seseorang. Pemakaian terus menerus akan mengakibatkan ketergantungan fisik dan atau psikologis. Resiko yang pasti terjadi adalah kerusakan pada sistem syaraf dan organ-organ penting lainnya seperti jantung, paru-paru dan hati.

Pengguna narkoba adalah seseorang yang benar-benar hanya menggunakan narkoba atau alkohol untuk sekedar bersenang-senang, berekreasi, bersantai, menghilangkan stres atau kecemasan, hanya menggunakan pada perayaan atau acara-acara khusus atau untuk liburan.

Alkohol (termasuk juga bir, arak maupun tuak) Putaw (Heroin), Shabu-shabu (Methamphetamine) dan Kokain adalah zat-zat yang sangat adiktif. Marijuana, Nipam, Ekstasi, LSD, Mushroom dan zat lainnya (Barbiturat, Amphetamine atau shabu, Hallusinogen), semua adalah narkoba yang dapat dengan mudah menarik seseorang untuk terjebak dalam adiksi atau kecanduan.

Penyalahguna Narkoba
Sebetulnya zat-zat alamiah maupun buatan (sintetik) yang berasal dari candu atau kokain, banyak digunakan untuk kepentingan pengobatan, misalnya menenangkan pasien atau mengurangi rasa sakit Tetapi karena efeknya “enak” bagi pemakai, maka narkoba kemudian dipakai secara salah, yaitu bukan untuk pengobatan tetapi untuk mendapat rasa nikmat.

Penyalahgunaan Narkoba adalah:

  • Pemakai yang bukan untuk tujuan pengobatan atau yang digunakan tanpa mengikuti aturan atau pengawasan dokter
  • Digunakan secara berkali-kali atau terus menerus Seringkali menyebabkan ketagihan atau ketergantungan baik secara fisik atau jasmani maupun psikologis

Bahaya Narkoba:
Penyalahgunaan narkoba menimbulkan perasaan enak, nikmat, senang, bahagia, tenang dan nyaman. Tetapi persaan enak ini hanya berlangsung sementara, yaitu selama zat bereaksi dalam tubuh. Bila pengaruhnya habis, justru pemakai merasa sakit dan tidak nyaman. Akibatnya pemakai merasa perlu menggunakannya lagi. Ini terus berulang sampai pemakai menjadi tergantung. Ketergantungan pada narkoba inilah yang mengakibatkan berbagai dampak negatif dan berbahaya, baik secara fisik, psikoogis maupun sosial

Seorang penyalahguna memiliki masalah-masalah yang langsung berhubungan dengan narkoba dan alkohol dalam hidup mereka. Masalah-masalah tersebut dapat muncul dalam bentuk fisik, mental, emosional atau spiritual. Terkadang, penyalahguna dapat mengendalikan penggunaan narkoba atau alkohol, tetapi tidak seorangpun, baik kita ataupun si penyalahguna, yang tahu apakah hari ini si penyalahguna yang akan mengendalikan zat yang dipakainya itu, atau zat itu yang justru akan mengendalikan prilaku dan pikiran si penyalahguna sehingga timbul masalah.

Para penyalahguna secara terus menerus berjanji untuk berhenti, untuk lebih dapat mengendalikan narkoba dan alkohol di lain waktu. Tapi, setelah sehari, seminggu, dua bulan, setelah mereka membuktikan kepada diri mereka sendiri bahwa mereka dapat berhenti atau mengendalikan penggunaan. Penyalahguna mulai memakainya lagi. Pola lama menyalahgunakan narkoba dan masalah-masalah muncul kembali. Kadang kala, penyalahguna seringkali melaju menjadi pecandu.

Kecanduan/Adiksi Narkoba
Adiksi adalah suatu penyakit, hasrat atau obsesi secara mental dan emosional, digabungkan dengan hasrat atau obsesi secara fisik pada sesuatu.
Sekali seorang menjadi pecandu, maka mereka seperti memiliki dua kepribadian yang terbelah dan berbeda

Pemulihan dari adiksi memakan waktu kurang lebih dua tahun. Pemulihan dari adiksi (selalu) merupakan proses empat kelopak mencakup pemulihan fisik, mental, emosional, dan spiritual

Proses 4 Kelopak:
Proses pemulihan dari adiksi terhadap narkoba yang sebenarnya seringkali berarti:
Sepenuhnya terbebas dari semua narkoba, termasuk obat-obatan resep. Bersamaan dengan itu si pecandu mulai meniti jalan menuju kehidupan yang lebih berkualitas, memuaskan, bermakna dan bernilai

Pemulihan umumnya juga menuntut sejenis program terapi, keagamaan, program bantu diri, program berbasis komunitas atau program 12 langkah untuk membantu proses pemulihan dan aftercare adalah bagian yang sangat penting

Program 12 langkah dan pertemuan-pertemuan Narcotics Anonymous (NA) sekarang ada di Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, Pontianak dan Bali.
Ada pertemuan terbuka setiap minggunya di kota-kota ini. NA memiliki informasi yang praktis tentang adiksi dan pecandu. NA juga menyediakan literatur dan buku-buku dengan subyek adiksi. Siapapun yang meminta dapat memperoleh informasi akurat ytntang adiksi dan dunia adiksi dari pecandu yang telah pulih yang menghadiri pertemuan-pertemuan NA.

12 Langkah NA

  1. Kita mengetahui bahwa kita tidak berdaya terhadap adiksi kita, sehingga hidup kita menjadi tidak terkendali.
  2. Kita mengakui bahwa ada Kekuatan yang lebih Besar daripada diri kita sendiri yang mampu mengembalikan kita pada kewarasan.
  3. Kita membuat keputusan untuk mengalihkan niatan dan kehidupan kita kepada kasih Tuhan sebagaimana kita memahamiNya.
  4. Kita membuat inventaris moral diri kita sendiri secara penuh seluruh dan tanpa rasa gentar.
  5. Kita mengakui kepada Tuhan, kepada diri kita sendiri, serta kepada seorang manusia lainnya, setepat mungkin sifat kesalahan-kesalahan kita.
  6. Kita menjadi siap secara penuh agar Tuhan menyingkirkan semua kecacatan karakter kita.
  7. Kita dengan rendah hati memintaNya untuk menyingkirkan kelemahan-kelemahan kita.
  8. Kita membuat daftar orang-orang yang telah kita sakiti, dan bersiap diri untuk menebusnya kepada mereka semua.
  9. Kita menebus kesalahan kita secara langsung kepada orang-orang tersebut bilamana memungkinkan, kecuali bila melakukannya akan justru melukai mereka atau orang lain.
  10. Kita secara terus menerus melakukan inventaris pribadi kita dan bilamana kita bersalah segera mengakui kesalahan kita.
  11. Kita melakukan pencarian melalui doa dan mediatasi untuk memperbaiki kontrak sadar kita dengan Tuhan sebagaimana kita memahamiNya, berdoa hanya untuk mengetahui niatanNya atas diri kita dan kekuatan untuk melaksanakannya.
  12. Setelah memperoleh pencerahan spiritual sebagai akibat dari langkah-langkah ini, kita mencoba untuk membawa pesan ini kepada para pecandu lainnya, dan untuk menerapkan prinsip-prinsip ini dalam semua urusan keseharian kita.

Pecandu membutuhkan pertolongan profesional, khususnya bimbingan dari pecandu dalam pemulihan atau pecandu lainnya yang telah sembuh, apabila pertanyaannya adalah apa mereka benar-benar ingin membantu teman kita yang kecanduan, carilah bantuan rekan sebaya yang terlatih maupun profesional yang layak.

Detoksifikasi saja tidak akan membantu si pecandu pulih. Detoksifikasi hanya merupakan tahap pertama pemulihan. Kebanyakan dokter, psikater dan Rumah Sakit di Indonesia saat ini belum terlatih sehingga tidak menggunakan metode detoksifikasi yang layak (mahal dan Kurang ada gunanya).

Obat resep tetap adalah zat kimiawi yang dalam kadar tinggi dapat justru menjadi racun perusak hati, ginjal, syaraf otak dan lain-lain.

Sebaiknya semua pecandu melakukan tes darah menyeluruh dengan konseling sebelum menjalani proses detoksifikasi. Jika si pecandu dinyatakan positif hepatitis dan atau HIV/AIDS, detoksifikasi harus dilakukan dengan jumlah obat-obatan yang minim.